Hindari Penipuan Belanja Online, Kenali Ciri-ciri Penipu Yuk

Loading...

Teknisi Blogger – Hindari Penipuan Belanja Online, Kenali Ciri-ciri Penipu Yuk Trend belanja online yang semakin pesat perkembangannya, ternyata mendorong para penipu belanja online seperti Shopee atau yang lain untuk semakin gencar melakukan penipuan. Kini orang memang tak perlu lagi keluar rumah atau kantor saat ingin membeli sesuatu. Lewat marketplace, Anda bisa memesan barang dari manapun, dan akan diantar ke alamat yang diinginkan.

Namun saat berbelanja online, Anda perlu ekstra berhati-hati agar tak terkena penipuan. Pelajari sistem berbelanja online yang legal sesuai hukum, sehingga Anda tahu apa yang harus dilakukan saat ada penipu. Jika saat berbelanja Anda menemukan keanehan prosedur yang tidak biasa, maka jangan ragu untuk menghindari transaksi seperti itu.

Penipuan Belanja online dan Berbagai Modusnya

Penipu Shopee sepertinya akan terus ada selama masih banyak orang yang tidak berhati-hati saat melakukan transaksi. Ada berbagai bentuk penipuan yang mungkin terjadi di Shopee, diantaranya adalah sebagai berikut.

Penipuan Deskripsi Barang

Beberapa penjual mengakui barangnya original, padahal tidak. Dengan harga mahal yang harus dibayar, ternyata barang yang datang justru barang palsu atau tiruan. Ini termasuk tindak penipuan yang bisa dilaporkan. Caranya adalah dengan mengunjungi halaman akun sang penjual, lalu klik ’91Laporkan Pengguna’92.

Pengiriman Barang Rusak

Ada juga beberapa akun penjual yang mengirimkan barang rusak pada pembeli. Sebenarnya ini bisa dituntut, dan uang Anda akan dikembalikan. Namun biasanya para penjual yang mengirim barang rusak cenderung agresif dan meminta pembeli untuk segera melakukan konfirmasi setelah barang datang. Beberapa penjual bahkan menelepon lewat nomor handphone.

Pada pembeli pemula, biasanya mereka langsung panik dan melakukan klik pada kolom ’91Barang Sudah Diterima’92, sebelum mencobanya. Alhasil, setelah barang dicoba, ternyata tidak bisa digunakan. Penipuan ini biasanya terjadi pada barang-barang elektronik.

Promosi Mengatasnamakan Shopee

Pernahkah Anda menerima sms atas nama Shopee, tapi dari nomor yang tidak dikenal? Sms tersebut biasanya bertuliskan Anda baru memenangkan hadiah, dan sebagainya. Ini adalah penipuan, dan bila terjadi pada nomor handphone Anda, biarkan saja. Jangan dijawab, lalu laporkan pada pihak berwajib.

Ciri-ciri Penjual Penipu Online

Penipu online tidak akan pernah ada habisnya, selalu ada celah dan kesempatan yang dimanfaatkan mereka, dengan modus penipuan yang berbeda-beda. Hal ini tidak hanya merugikan pembeli, penjual atai toko online juga pasti merasakan imbasnya, dimana kepercayaan pembeli terhadap toko online semkain menurun. Jangan pernah lengah dan terlalu cepat percaya pada sesuatu yang ada di dunia maya, penipu online memiliki beberapa hal yang bisa kita kenali:

1. Diskon dan Harga Murah

Hindari Penipuan Belanja Online, Kenali Ciri-ciri Penipu Yuk
Loading...
Hindari Penipuan Belanja Online, Kenali Ciri-ciri Penipu Yuk 2

Faktor yang paling mudah untuk menarik pembeli belanja online, dan membuat orang tergiur adalah harga yang murah, serta diskon diatas 50%. Makanya jika kita menemukan produk/barang/jasa dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga dari penjual lain, dan tidak masuk akal, kita boleh boleh saja senang, tetapi sekaligus hati-hati. Harga murah kadang membuat pembeli terlalu bernafsu, takut kehabisan, sampai lupa untuk memeriksa kredibilitas pembeli lebih jauh, padahal harga yang murah sekali adalah ciri-ciri utama penipu online.

2. Foto produk

Penjual online penipu kebanyakan tidak mempunyai barangnya, penipu akan mengambil foto gambar dari penjual lain atau dari internet. Perhatikan background dari foto-foto produk-produk yang dijualnya, jika latar belakangnya berbeda-beda dan sangat beragam, artinya dia memakai foto orang lain, tidak memiliki barang yang dijualnya. Toko atau penjual asli biasanya mengambil foto produknya tidak dengan latar belakang yang berbeda-beda, ntah di dalam toko, depan toko, background dengan label toko, dan lainnya. Tapi jika penjual menawarkan barang dengan foto yang latar belakangnya di depan/dalam toko yang berbeda-beda dan terlihat tidak nyambung, atau dengan label nama (watermark) yang berbeda-beda, maka kita perlu curiga.

Tidak semua penjual mau memberikan foto mukanya, karena memang tidak perlu. Penipu online memanfaatkan ini, mereka tidak akan keberatan mengirimkan foto muka atau KTP nya, yang sebenarnya kita tidak tahu itu foto dia atau bukan.

3. Komentar dan Follower

Sekarang ini untuk medsos dan toko online, follower bisa dibeli, termasuk komentar. Jangan terkecoh dengan follower yang banyak, apalagi kalau umur akunnya masih baru. Penipu online kebanyakan mematikan atau menonaktifkan kolom komentar, supaya tidak ada yang bisa komplain dan dilihat orang lain. Atau kalaupun diaktifkan, penjual ini tidak pernah membalas komentar atau pertanyaan dari orang lain di akunnya.

4. Tidak mau lewat rekber/marketplace/COD

Marketplace adalah tempat teraman untuk transaksi online, jika dia tidak terdaftar atau tidak mau melakukan pembayaran lewat marketplace (tokopedia, shopee, lazada, Bukalapak, dll) maka kecurigaan kita perlu bertambah. Walaupun memang ada beberapa orang yang tidak mau berjualan lewat marketplace, mungkin gaptek, orang tua, atau hanya berjualan sekali-sekali saja, dll. Untuk penjual yang seperti ini, kita bisa memakai rekber (rekening bersama), yaitu pihak ketiga yang memegang uang sementara dan meneruskan uang ke penjual setelah pembeli menerima dan tidak ada komplain tentang barangnya.

Penjual online penipu biasanya memaksakan untuk transfer ke rekeningnya sendiri, dan kesannya seperti terburu-buru, atau memaksakan lewat rekber pihak ketiga yang tidak ada reputasinya.

4. Umur akun

Hampir sebagian besar penjual penipu online memakai umur akun yang baru terdaftar. Ntah untuk akun media soaial facebook, instagram, tokopedia, shopee, BL dan lainnya. Karena akun-akun penipu ini tidak pernah bertahan lama, orang yang sudah tertipu pasti akan melapor, komplain, memberikan komentar, atau menyebar nama atau akun penipu ini, sehingga dia akan terus membuat akun baru yang masih bersih. Walaupun sebenarnya ada saja yang menjual akun yang sudah berumur, sehingga kelihatan sudah tua dan lebih bisa dipercaya.

Beberapa media sosial dan terutama marketplace belanja online selalu mencantumkan umur akun membernya, kapan bergabung, mulai berjualan, tanggal daftar dsb yang perlu kita periksa.

Tips agar tidak tertipu belanja lewat media sosial

Penipuan belanja online terbanyak yang terjadi terjadi lewat media sosial, karena tidak ada pihak ketiga yang mengawasi, transaksi terjadi lewat komunikasi penjual dan pembeli langsung. Penjual penipu sama seperti penjual asli, biasanya masuk lewat facebook group komunitas, lewat tag populer, telegram, broadcast, lewat DM dan komentar. Walaupun masuk lewat komunitas group yang memiliki admin dan banyak anggota, biasanya pembeli akan digiring untuk masuk lewat PM/DM/WA, dan melakukan pembayaran langsung ke rekeningnya. Pembeli juga tidak mengkonfirmasi ulang di group  tentang rekam jejak dan reputasi penjual, atau tidak mau bertanya di group karena takut dibeli orang lain sebab harganya murah.

Transaksi media sosial banyak menawarkan barang pribadi atau barang bekas, jadi kelihatannya sedikit wajar kalau mereka meminta tansfer langsung ke rekening pribadi. Kebanyakan transaksi terjadi atas dasar percaya, tanpa sebuah sistem yang melindungi pembeli dan penjual.

Berikut ini beberapa tips yang bisa kita lakukan agar tidak tertipu lewat pembelian barang di media sosial:

1. Ketemuan langsung (COD)

bertemu langsung, dan transaksi offline pastinya lebih aman. Tidak semua penjual dan pembeli nyaman dengan cara COD (Cash On Delivery) atau bayar di tempat. Masalah waktu, tempat, deal, seringkali membuat COD bukan pilihan yang praktis. Banyak juga kasus COD yang berujung tidak enak bagi pembeli dan penjual, seperti terjadi pemerasan, pemaksaan, kabur, dll. Usahakan ketika bertemu langsung dan bayar di tempat, bertemu di tempat ramai, bawa teman untuk berjaga-jaga.

2. Bayar lewat marketplace

Membeli barang lewat marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak dan lainnya akan lebih aman dan murah bagi pembeli. Marketplace akan bertindak sebagai pihak ketiga yang menerima uang pembayaran, dan akan mebayarkan kepada penjual hanya setelah pembeli setuju atau mengkonfirmasi barang sesuai dengan pembelian. Jika barang tidak sampai, cacat, rusak di kurir (pengiriman), tidak sesuai deskripsi, pembeli bisa melakukan komplain dan penjual tidak akan mendapatkan uangnya, dna pembeli bisa menerima uang kembali. Semua orang dengan nomor handphone atau email bisa mendaftar, baik sebagai pembeli atau penjual, tidak perlu bayar (gratis) dan prosesnya tidak lama. Tidak ada potongan pembayaran kepada penjual, kecuali penjual memakai fitur-fitur khusus, pembayaran bisa dilakukan lewat banyak cara, termasuk lewat Alphamart, dll. Jadi sebenarnya tidak ada alasan bagi penjual tidak mau menerima pembayaran lewat marketplace. Cukup mendaftar, upload barang dengan harganya sesuai kesepakatan dan berikan linknya ke pembeli.Pembeli juga sebenarnya bisa diuntungkan, selain karena lebih aman dan terjamin, banyak promo ongkos kirim, cashback, cicilan kartu kredit, bayar di tempat (COD) dari marketplace yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan harga yang lebih murah dan menguntungkan.

3. Bayar lewat rekening bersama

Transfer langsung ke rekening penjual agak riskan, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi setelah uang masuk. Selain marketplace, ada cara lain yaitu escrow atau rekening bersama (rekber). Rekber mirip marketplace, tetapi pengiriman uangnya ke rekening pribadi pihak rekber. Ada banyak jasa rekber yang terpercaya di facebook, FB group, instagram yang bisa dipakai. Memang akan ada fee tambahan yang bisa dinegosiasikan apakah ditanggung pembeli atau penjual, tetapi lebih aman daripada kehilangan semua uang. Fee atau biaya rekber bisa berdasarkan persentase atau fix berdasarkan jumlah transaksi.

4. Minta bukti foto dan video

Jangan langsung percaya untuk foto atau video, termasuk bukti foto KTP dari penjual. Karena penjual yang menipu, biasanya memakai atau mengirim foto orang lain. Penipu itu bisa saja sudah meminta hal yang sama ke penjual aslinya, termasuk foto KTP, foto di tempat jasa kurir, dan sebagainya.

Untuk membuktikan dia memang memiliki barangnya, kita bisa meminta foto yang lebih spesifik, seperti foto dengan tulisan nama kita, foto dari sudut tertentu, foto dengan pose dua jari dan sebagainya.

5. Verifikasi penjual

Penipu online ini seringkali memposting dagangannya langsung ke group, terutama facebook dan telegram, atau whatsaapp, dan selanjutnya pembeli dan penjual berkomunikasi lewat jalur pribadi (PM/DM). Banyak yang tidak mengkonfirmasi atau bertanya lagi di group, karena takut barang yang murah tadi dibeli orang lain. Bahasanya: pas beli diam-diam, ketika sudah tertipu baru ribut di group. Padahal di group inilah kita bisa bertanya kepada teman-teman tentang pendapat mereka terhadap penjual, apakah ada yang sudah pernah bertransaksi, atau meminta bantuan teman untuk melihat barang kalau penjual ada di kota yang berbeda. Ada beberapa admin group yang memang hanya memperbolehkan penjual yang sudah mereka verifikasi, seperti KTP, toko, atau memang penjual yang sudah memiliki reputasi.

6. Periksa nomor HP dan nama/akun

Cara lain adalah dengan mencari di google, untuk nomor HP, nomor rekening, nama akun atau nama toko. Biasanya akan muncul hasil yang menceritakan tentang orang tersebut, bisa testimoni, alamat, nama, atau ada yang pernah komplain, ada yang pernah tertipu, sehingga kita bisa memutuskan akan lanjut apa tidak.

Tambahkan beberapa kata kunci ketika mencari di google, seperti no HP + penipu, misal: “08221452XXX penipu” atau toko, palsu, dan sebagainya.

7. Periksa nomor rekening

Tidak seperti no HP yang mudah untuk dibuat, walaupun membutuhkan pendaftaran, tetap saja orang bisa dengan mudah membeli dan mendapatkan nomor HP baru dengan mudah, tetapi tidak untuk nomor rekening. Prosesnya lebih sulit dan verifikasi bank lebih ketat, dan ada beberapa situs online yang menyimpan nomor rekening yang dilaporkan atau bermasalah. 

Tips Menghindari Penipuan di Shopee

Belanja online di Shopee memang menyenangkan, apalagi marketplace ini punya banyak subsidi ongkir dan gratis ongkir yang bisa dimanfaatkan. Namun jika selalu diliputi rasa takut tertipu, belanja pasti jadi kurang tenang. Padahal, banyak barang bagus yang bisa didapatkan di marketplace ini. Untuk menghindari penipu Shopee, ikutilah beberapa tips sederhana berikut ini.

Pilih Belanja di Shopee Mall

Shopee Mall telah bekerjasama dengan banyak brand ternama untuk memberikan pelayanan dengan prima. Produk-produk yang dijual di Shopee Mall memiliki jaminan keaslian 100%. Jika ada yang cacat atau rusak, maka bisa dikembalikan dan mendapat ganti dalam masa 7 hari. Proses pengembalian pun bisa dilakukan secara gratis dengan Pos Kilat.

Tak hanya itu, semua produk di Shopee Mall juga bisa didapatkan dengan cara gratis ongkir. Sangat menyenangkan, bukan? Yang pasti, tidak ada penipuan dalam Shopee Mall. Setiap toko yang bergabung dalam Shopee Mall sudah terverifikasi dengan baik oleh Shopee.

Lihat Rating dan Baca Ulasan

Jika barang yang Anda cari ternyata tak tersedia di Shopee Mall, kunjungi penjual yang terpercaya. Cara menemukan penjual dengan rating yang bagus adalah dengan menekan filter Star Seller. Akan muncul para penjual yang menyediakan barang yang Anda cari, dengan kualitas rating yang tinggi. Sebelum membeli produk dari star seller, baca dulu ulasan dan foto asli barang dari pembeli sebelumnya.

Selalu Bertransaksi Dengan Rekening Shopee

Apapun yang ditawarkan, jangan mau bertransaksi lewat rekening selain milik Shopee. Jangan mau melakukan transfer ke rekening penjual, yang mungkin berdalih barang akan segera habis dan sebagainya. Ingat, bahwa barang apapun pasti tidak hanya dijual oleh satu seller. Perluas pencarian, dan Anda akan mengetahui betapa banyaknya penjual yang menawarkan benda yang sama.

Jangan Tergiur Harga Murah

Harga murah bukan jaminan barang yang Anda terima akan sesuai dengan keinginan. Beberapa penjual justru memasang harga murah karena ternyata barang yang dijual berbeda dengan gambar display. Bukan hanya itu, harga yang tak wajar bisa jadi merupakan umpan agar Anda mau bertransaksi di luar Shopee, sehingga terjadi penipuan.

Belanja Nyaman Tanpa Tipuan

Itulah beberapa hal penting terkait penipuan yang bisa terjadi di marketplace manapun, termasuk Shopee. Meskipun demikian, jangan terlalu takut berbelanja secara online, karena banyak keuntungan dan diskon yang bisa didapatkan. Syaratnya, tentu saja harus berhati-hati saat akan membeli barang.

Belanja nyaman bisa dilakukan saat Anda lebih waspada dengan akun penipu Shopee. Penipu juga tak bisa mengelabui jika Anda tegas menolak barang-barang palsu yang mereka jual. Dengan tips-tips di atas, Anda tak perlu lagi merasa khawatir saat akan berbelanja.

Artikel terkait

Loading...

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *